Pernah dengar dua kata di
atas. Pasti pernahkan? Ya kedua kata di atas merupakan kata-kata yang
menggambarkan perusakan lingkungan. Polusi adalah pencemaran. Biasanya kita
mengasosiasikan polusi ini dengan polusi udara, padahal yang namanya polusi itu
segala sesuatu pencemaran mulai dari air, udara, sampai polusi tanah. Semuanya
tentunya sangat berbahaya bagi lingkungan dan merugikan kehidupan manusia.
Polusi udara rata-rata dihasilkan dari gas buang kendaraan
bermotor atau asap-asap pabrik. Dengan adanya asap-asap itu, udara menjadi
kotor dan kita yang menghirupnya juga akan merasa sesak. Bahkan jika kita
mencemarkan udara dengan za-zat tertentu, udara bisa menjadi beracun lho. Kita
lihat pada saat bom Hiroshima dan Nagasaki. Bebarapa saat setelah bom atom
tersebut meledak, pasti kita tahu kan ada awan jamur besar yang membumbung
tinggi ke angkasa. Nah awan jamur tersebut membawa partikel-partikel debu
radioaktif yang sangat berbahaya. Beberapa hari kemudian setelah awan jamur itu
hilang, turun hujan yang berwarna hitam dan airnya kental. Air itu sangat
beracun lho. Tetapi warga Hiroshima dan Nagasaki terpaksa meminumnya dan dapat
ditebak mereka mengalami keracunan.
Itulah bahaya dari polusi yang tidak kita sadari. Sementara itu,
kita tetap saja mengeluarkan limbah-limbah yang dapat menyebabkanpolusi. Jadi
dapat dikatakan jika kita terus mengeluarkan limbah, maka polusi tidak akan
terhindarkan. Untuk itu kita harus pintar-pintar mengolah limbah yang ada dan
berusaha sekuat tenaga untuk memulihkan SDA yang telah terkena polusi.
Sebenarnya banyak cara untuk membersihkan SDA yang terkena polusi.
Untuk memulihkan tanah yang sudah tercemar, kita dapat melakukan
konservasi tanah. Bagaimana caranya? Caranya adalah dengan penghijauan.
Tumbuhan dapat membantu menyuburkan tanah dan dapat menyerap beberapa zat-zat
kimia dari dalam tanah. Untuk air, kita dapat melakukan penyaringan air dengan
teknologi canggih atau teknologi sederhana. Untuk teknologi canggih, sepertinya
bagi kita masyarakat biasa sulit melakukannya karena mahal. Jadi sebaiknya kita
melakukan penyaringan air dengan teknologi sederhana. Caranya adalah dengan
menumpuk lapisan-lapisan pasir, batu kerikil, dan tanah di sebuah drum. Lalu
air yang kotor dimasukkan dan jika air telah mengalir dibagian bawah drum, air
akan menjadi bersih. Lapisan-lapisan tadi telah menyaring kotoran-kotoran pada
air sehingga air bisa bersih kembali.
Untuk itu kita semua harus ikut serta dalam perjuangan melawan
limbah dan polusi untuk kehidupan yang lebih baik. Kita harus menemukan
teknologi-teknologi lain yang dapat digunakan untuk mengurangi polusi di
lingkungan kita.



0 komentar:
Posting Komentar